Produksi Nissan GT-R R35 Resmi Stop Kolektor Buru – Setelah hampir dua dekade hadir di jalanan, Nissan resmi menghentikan produksi GT-R R35. Mobil sport legendaris yang pertama kali diluncurkan pada 2007 ini menjadi salah satu ikon otomotif Jepang yang mendunia. Dengan julukan “Godzilla”, GT-R R35 dikenal karena performa buasnya di lintasan balap maupun jalan raya, sekaligus harga yang lebih terjangkau dibandingkan supercar Eropa.
Pengumuman ini menjadi momen emosional bagi para penggemar otomotif, karena GT-R R35 telah menjadi simbol kejayaan Nissan di segmen sports car.
Perjalanan Panjang GT-R R35
Nissan GT-R R35 pertama kali hadir sebagai penerus dari Skyline GT-R, namun dengan identitas baru yang lebih modern dan mandiri. Di tenagai mesin VR38DETT V6 3.8 liter twin-turbo, mobil ini mampu menghasilkan tenaga hingga 565 hp pada versi standar dan lebih dari 600 hp pada varian NISMO.
Sejak awal, GT-R R35 mencuri perhatian karena mampu menantang supercar seperti Porsche 911 Turbo hingga Ferrari dengan harga yang relatif lebih rendah. Teknologi all-wheel drive canggih dan sistem launch control menjadikan mobil ini salah satu yang tercepat di kelasnya.
Baca Juga : BMW iX3 50 xDrive 2026 SUV Listrik Generasi Baru dengan Jarak Tempuh 700 Km
Selama 17 tahun, Nissan terus melakukan penyegaran melalui facelift, upgrade aerodinamika, serta penyempurnaan performa. Namun, pada akhirnya, aturan emisi yang semakin ketat dan tren elektrifikasi membuat keberlanjutan GT-R R35 semakin sulit.
Edisi Perpisahan untuk Kolektor
Untuk menandai akhir produksinya, Nissan meluncurkan GT-R Final Edition dalam jumlah terbatas. Edisi ini di lengkapi detail eksklusif seperti emblem khusus, warna bodi unik, serta peningkatan performa di sektor suspensi dan handling. Kehadirannya langsung di buru kolektor mobil sport di seluruh dunia, karena di prediksi akan menjadi barang langka bernilai tinggi di masa depan.
Tidak hanya itu, beberapa pasar juga mendapatkan varian GT-R T-spec yang menampilkan kombinasi warna ikonik dari sejarah Skyline GT-R, seperti Midnight Purple dan Millennium Jade.
Masa Depan GT-R: Menuju Era Elektrifikasi
Meski produksi R35 telah berakhir, Nissan memastikan bahwa semangat GT-R tidak akan padam. Banyak spekulasi bahwa GT-R generasi terbaru (R36) akan hadir dengan teknologi elektrifikasi, baik berupa hybrid maupun full electric. Hal ini sejalan dengan strategi global Nissan untuk mempercepat transisi menuju mobil ramah lingkungan.
Nissan juga di kabarkan tengah menyiapkan platform performa tinggi yang akan menjaga DNA GT-R tetap hidup di era mobil listrik. Dengan begitu, “Godzilla” di harapkan bisa lahir kembali dalam wujud modern yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman.
Penutup
Berakhirnya produksi Nissan GT-R R35 menjadi momen bersejarah sekaligus penuh nostalgia. Mobil sport Jepang ini berhasil mencatatkan namanya di hati para pecinta otomotif dunia sebagai salah satu legenda sejati. Kini, para penggemar hanya bisa menunggu kelahiran generasi penerus yang di harapkan mampu mempertahankan warisan performa GT-R, namun dengan sentuhan teknologi masa depan.
